Selamat Datang di Blogspot KUA Bintauna Kab.Bolmong Utara Prov.Sulawesi Utara Kritik,saran, informasi dan artikel dapat anda krim melelui email kuabintauna@yahoo.com

Sabtu, 22 Oktober 2011

MEMENEJ HAWA NAFSU


SAUDARAKU, SESUNGGUHNYA 
di dunia hanya ada dua jalan bagi manusia, yaitu jalan kebenaran dan jalan hawa nafsu. jalan kebenaran adalah petunjuk yang diturunkan oleh Allah SWT. sedangkan hawa nafsu merupakan jalan yang diprakarsai oleh syetan sebagai musuh  manusia guna menimbun bahan bakar api neraka pada hari kiamat kelak.
Hawa nafsu yang tecelah adalah hawa nafsu yang menyelisihi petunjuk Allah SWT. dinamakan hawa, karena menyeret pelakuknya didunia kepada kehancuran dan di akherat kepada neraka hawiyah. hawa nafsu itu hina. jika menurutinya secara keserakahan maka,  jadilah kita orang yang hina.
Hawa nafsu menjalar pada diri seseorang  laksana sebuah penyakit yang sangat panas, bahkan lebih berbahaya karena tidak disadari oleh pengidapnya, tetapi lebih mematikan,  yang pada akhirnya dia tidak lagi mampu menerima petunjuk dari Allah SWT.
Seseorang yang ingin selamat tetap berada di atas rel petunjuk Allah maka dia harus mempunyai nyali besar untuk melawan hawa nafsu itu, sebab melawan hawa nafsu adalah mengikuti jalan Allah dengan penuh kesabaran
Saudaraku ….hidup ini adalah perjuangan melawan hawa nafsu atau syaitan . kadang kita menang,  kadangkala kita juga dikalahkan olehnya. Imam Al-Gazali menyebut  ada tiga bentuk perlawanan manusia terhadap hawa nafsu
1.   Nafsu muthmainnah (nafsu yang tenang ) yakitu ketika iman menang dalam melawan hawa nafsu , sehingga perbuatan manusia akan cendrung melakukan  kebaikan.
2.   Nafsu lawwamah (nafsu yang gelisah atau menyesali dirinya ) yaitu iman kadangkala menang dan kadangkala kalah melawan nafsu itu sendiri, sehingga manusia tersebut perbuatan baiknya  relative seimbang dengan perbuatan buruknya.
3.  Nafsu laammaratu bissu’(nafsu yang mengajak kepada keburukan) yakni ketika iman kita selalu dikalahkan oleh hawa nafsu, sehinga manusia tersebut lebih nbanyak berbuat keburukan dari pada kebaikan.
Coba kita renungkan, bagaimana nasib seseorang jika terpedaya dengan hawa nafsu,
Lalu termasuk manakah kita diantara paparan imam Ghazali di atas ?

Oleh :  KUA Bintauna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar